Muh Haris Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis kepada Gen Z di Kendal

admin

Februari 9, 2026

2
Min Read

KENDAL – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muh Haris, melakukan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kalangan Generasi Z (Gen Z) di Kabupaten Kendal, Minggu, 8 Februari 2026. Kegiatan ini menyasar pelajar SMA sebagai penerima manfaat utama program MBG.

Muh Haris menjelaskan bahwa sosialisasi program MBG terus dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, Gen Z merupakan kelompok strategis yang akan menentukan masa depan bangsa sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dalam pemenuhan gizi.

“Sosialisasi ini kami tujukan bagi anak-anak SMA atau Gen Z yang merupakan penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis. Terima kasih atas atensi dan semangat kehadiran para peserta,” ujar Muh Haris.

Ia menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah untuk menekan angka stunting sekaligus membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif. Selain berdampak pada kesehatan, program ini juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi daerah.

“Program MBG ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang rekrutmen tenaga kerja,” jelasnya.

Muh Haris juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung keberhasilan implementasi program MBG di daerah masing-masing. Ia berharap para pelajar Gen Z tidak hanya memahami manfaat program tersebut, tetapi juga turut menyukseskannya di lingkungan sekolah.

Dalam sesi dialog, sejumlah peserta menyampaikan masukan terkait pelaksanaan MBG di sekolah. Salah satunya disampaikan oleh Miftahul Huda, siswa SMA Negeri 1 Kendal, yang menyoroti masih adanya siswa yang tidak mengambil jatah MBG karena faktor menu makanan.

“Masih ada teman-teman yang tidak mengambil jatah MBG, kemungkinan karena kurang cocok dengan menu makanannya,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Hadi Riajaya, menegaskan bahwa menu MBG telah disusun berdasarkan perhitungan gizi yang matang, mulai dari kalori, protein, hingga kebutuhan nutrisi lainnya.

“Makanan yang disiapkan memang sudah dihitung nilai gizinya. Walaupun terlihat kurang menarik, sebaiknya tetap diambil dan dihabiskan. MBG juga tidak boleh dibawa pulang karena ada batas maksimum konsumsi, jika berlebihan justru bisa mengganggu pencernaan,” jelas Hadi.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman pelajar terhadap pentingnya makan bergizi semakin meningkat, sehingga program MBG dapat berjalan optimal dalam mendukung terwujudnya generasi muda Kendal yang sehat dan berkualitas.




Tinggalkan komentar

PostINGAN TERKAIT